Kenali Apa Saja yang Diperiksa Saat Medical Check Up Untuk Karyawan

Saat ini medical check up merupakan hal yang penting, dan kita harus tahu Apa Saja yang Diperiksa Saat Medical Check Up. Proses penerimaan karyawan sekarang juga melalui tes medical cek up dan syaratnya harus fit dan lulus agar diterima bekerja. Nah, terus apa saja yang diperiksa saat tes medical? Baca dibawah ini yuk.

Alhamdulillah setiap tahun saya harus melakukan tes medical cek up. Dari situ saya bisa mengetahui kondisi tubuh secara umum. Yang pasti tingkat kegantengan nggak menurun, yang ada meroket wkwkwkk..

Ketika mulai bekerja sekitar tahun 2005, baru saat itu saya melakukan tes medical check up secara menyeluruh. Seingat saya semua hasilnya bagus, kecuali ada beberapa gigi saya yang memang harus di cabut dan tambal.

Dokter memeriksa pasien – vectorstock.com

Setelah lebih dari 10 tahun melakukan medikal cek up rutin setiap tahunnya, baru sekitar 4 tahun belakangan ini hasil medikal cek up saya mulai menurun. Yang tadinya nggak pernah ada masalah, hasil medikal cek up menunjukan tekanan darah saya tinggi yaitu 140/90 yang normalnya sekitar 130/80. Dan ini terus berulang setiap tahunnya.

Akhirnya dokter memutuskan untuk saya melakukan tes treadmill. Tes treadmill atau tes EKG itu di antaranya: Melihat asupan darah yang mengalir ke jantung saat melakukan aktivitas fisik. Mendeteksi kelainan irama jantung dan aktivitas listrik di jantung. Melihat seberapa baik katup jantung bekerja. Alhamdulillah masih normal-normal saja.

Berikut merupakan apa saja yang diperiksa pada waktu medical check up yang diambil dari https://www.alodokter.com/medical-check-up-karyawan-ini-yang-harus-anda-ketahui

Persiapan sebelum medical cek up

Ada beberapa hal yang bisa membantu kamu dalam melakukan medical cek up yaitu :

  • Puasa selama 8-12 jam sebelum menjalani medical check up, tapi kalau minum air putih nggak kenapa ya.
  • Pastikan kamu mendapatkan tidur yang cukup sekurangnya 8 jam sebelum medical checkup. Jangan begadang malemnya, apalagi main gadget sampai subuh karena kurang baik untuk tekanan darah, denyut jantung, dan suhu tubuh.
  • Pakai baju yang berlengan pendek, agar mudah untuk pengambilan darah. Selain itu juga ada pemeriksaan fisik dan rontgen yang mengharuskan kamu membuka baju.
  • Kalau kamu pernah dirawat, sedang dalam pengobatan, pernah operasi sebaiknya memberitahukan kepada dokter dan juga bisa hasil pemeriksaan sebelumnya, seperti foto Rontgen

Prosedur Medical Check Up Karyawan

Prosedur medical check up karyawan biasanya meliputi hal dibawah ini:

Biasanya dilakukan interview oleh dokter pemeriksa mengenai riwayat kesehatan seperti :

  • Keluhan kesehatan yang mungkin dialami oleh pasien.
  • Riwayat kesehatan pasien, termasuk gangguan kesehatan yang pernah diderita baru-baru ini atau pada masa lalu.
  • Riwayat operasi yang pernah dilalui pasien.
  • Obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
  • Alergi terhadap obat atau makanan tertentu.
  • Riwayat kesehatan keluarga.
  • Gaya hidup yang dijalani pasien saat ini.

Pemeriksaan tanda vital.

Kemudian apa lagi yang diperiksa saat tes medical? Dokter akan memeriksa beberapa tanda vital pasien, seperti:

  • Frekuensi denyut jantung. Denyut jantung normal adalah 60-100 kali per menit.
  • Frekuensi pernapasan. Pernapasan normal berkisar antara 12-20 kali per menit.
  • Suhu tubuh. Rata-rata suhu tubuh normal adalah 36-37o
  • Tekanan darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi apakah pasien menderita hipertensi atau hipotensi. Tekanan darah normal adalah 90/60 mmHg hingga di bawah 120/80 mmHg.

Pemeriksaan fisik.

  • Dokter akan mengawali pemeriksaan fisik dengan menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan pasien. Kemudian, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan terhadap sejumlah bagian tubuh yang meliputi:
  • Pemeriksaan kepala dan leher. Pasien akan diminta membuka mulut dengan lebar agar dokter dapat memeriksa kondisi tenggorokan dan amandel. Dokter juga akan memeriksa kualitas gigi dan gusi, telinga, hidung, mata, kelenjar getah bening, dan kelenjar tiroid.
  • Pemeriksaan paru. Dokter akan menggunakan stetoskop untuk mendeteksi suara abnormal yang mungkin terjadi di organ paru.
  • Pemeriksaan jantung. Untuk mendeteksi detak jantung yang tidak beraturan atau gejala lain yang menunjukkan adanya gangguan pada jantung dengan menggunakan stetoskop.
  • Pemeriksaan perut. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menekan perut pasien untuk mendeteksi ukuran hati dan keberadaan cairan perut, serta mendengarkan bunyi usus dengan menggunakan stetoskop.
  • Pemeriksaan kulit. Untuk mendeteksi adanya gangguan pada kulit dan kuku.
  • Pemeriksaan saraf. Untuk mengukur kekuatan otot, refleks tubuh, serta keseimbangan yang mungkin terganggu.
  • Dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan kepada pasien. Untuk pasien pria, akan dilakukan pemeriksaan penis dan testis guna melihat apakah ada infeksi atau peradangan, serta pemeriksaan prostat dengan colok dubur. Untuk pasien wanita, dokter akan melakukan pemeriksaan payudara dan panggul.

Pemeriksaan penunjang.

Ada beberapa jenis pemeriksaan penunjang dalam medical check up karyawan, antara lain:

  • Pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium dilakukan dengan mengambil sampel darah, urine, dan tinja. Ketiga sampel ini akan dianalisis berdasarkan penampilan fisik, zat kimia yang terkandung, dan secara mikroskopik dengan bantuan mikroskop.
  • Tes darah. Tes darah dilakukan untuk menghitung jumlah sel darah, zat kimia penanda fungsi organ, gula darah, kolesterol, fungsi hati, dan fungsi ginjal.
  • Tes urine (urinalisis). Untuk mendeteksi adanya gangguan atau infeksi saluran kemih. Tes urine juga dapat menjadi penanda penyakit lain, seperti diabetes.
  • Tes tinja. Feses atau tinja mengandung bakteri dan zat lain yang ada di dalam sistem percernaan. Melalui analisis kadar zat dan bakteri dalam tinja, dapat diketahui apa yang terjadi di dalam sistem percernaan pasien. Hal ini dapat membantu dokter mendiagnosis penyakit, seperti gastroentritis dan radang usus.
  • Foto Rontgen dan USG. Foto Rontgen dan USG dapat menghasilkan gambar bagian dalam tubuh secara detail. Hasil Rontgen dan USG dapat menunjukkan kondisi organ dalam tubuh, seperti paru, jantung, hati, ginjal, pankreas, usus, dan kandung kemih, serta mendeteksi infeksi atau peradangan yang mungkin terjadi pada organ tubuh.
  • Elektrokardiografi (EKG). Pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat aktivitas listrik pada jantung dan mendeteksi gangguan jantung. Dokter akan menempelkan sekitar 12-15 elektroda di bagian dada, lengan, dan tungkai pasien. Selama pemeriksaan, pasien akan dibaringkan di atas meja, sementara mesin EKG akan merekam aktivitas jantungnya. EKG terkadang juga dilakukan ketika pasien melakukan aktivitas, seperti berjalan atau berlari di atas treadmill.
  • Spirometri. Spirometri digunakan untuk memeriksa fungsi paru. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan alat spirometer. Alat ini akan mencatat jumlah udara yang dihirup masuk dan keluar, serta mengukur kecepatan napas pasien.
  • Tes buta warna. Tes ini juga biasanya dilakukan pada saat medikal check up. Beberapa perusahaan mungkin mengharuskan karyawan atau calon karyawan untuk melakukan tes buta warna. Tes buta warna adalah prosedur pemeriksaan yang sangat sederhana. Metode Ishihara adalah tes buta warna yang paling umum digunakan. Pasien akan diminta untuk menyebutkan angka berwarna yang disisipkan di antara titik-titik warna. Jika pasien tidak dapat atau sulit melihat angka tersebut, mungkin pasien menderita buta warna.

Baca Juga :

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *