Review Buku : Sapiens, A Brief History Of Human Kind Oleh Yuval Noah Harari

Review buku sapiens a brief history of human kind

Kali ini saya mau share mengenai buku yang agak berat, yaitu yang berjudul : Sapiens A Brief History Of Human Kind Oleh Yuval Noah Harari. Buku ini saya beli melalui Amazon.com dengan harga yang lumayan. Sebenarnya murah, tapi karena ongkirnya jadinya mahal wkwkwk.

Saya baru diberitahu Istri jika di Indonesia buku versi bahasa Indonesianya sudah ada, tapi sudah terlanjur saya beli versi bahasa Inggrisnya. Lumayan sambil melatih bahasa Inggris saya yang masih hancur lebur.

Oke langsung saja ya.

Buku tebal ini berisi 443 halaman memuat banyak informasi sejarah ringkas mengenai umat manusia. Sejak jutaan tahun lalu manusia telah banyak berubah dan bertahan hidup sesuai dengan tantangan zaman.

Menurut Professor dari Israel ini spesies manusia yang ada sekarang ini merupakan salah satu spesies manusia yang telah berhasil bertahan hidup dibanding jenis spesies manusia lainnya.

Homo Sapiens

Homo sapiens (manusia saat ini) telah banyak beradaptasi dan belajar dari lingkungan yang dihadapinya dengan cara menggunakan pikirannya untuk memecahkan masalah yang ada. Salah satunya ialah dengan menemukan api dan menggunakannya untuk keperluan hidup seperti memasak.

Sementara spesies manusia lainnya seperti Neanderthal punah karena tidak bisa beradaptasi seperti Homo Sapiens.

Contoh kecil bagaimana manusia berubah : Pakaian pria yang dulunya feminin sekarang menjadi maskulin

Yang sangat melekat diingatan saya ialah bahwa kemanapun Homo sapiens ini pergi selalu membuat kerusakan. Sebagai contoh : Benua Australia yang tadinya merupakan kediaman dari banyak binatang raksasa seperti kanguru raksasa, kungkang raksasa dan banyak lagi perlahan tapi pasti punah karena diburu untuk diambil daging, lemak, tulang dan kulitnya oleh homo sapiens.

Benua Australia tadinya tidak berpenghuni, suku aborigin merupakan pendatang yang berasal dari Benua Afrika dan melakukan perjalanan sangat jauh sampai akhirnya mereka menetap di Benua Australia, Papua, dan Micronesia. Untuk bertahan hidup mereka melakukan perburuan untuk makan dan terus bereksplorasi.

Itu hanya contoh kecil kerusakan pada jaman pra sejarah. Yuval juga menjelaskan dengan gamblang bagaimana kerusakan dilakukan oleh Homo Sapiens di jaman modern ini dengan revolusi agraria, revolusi industri dan juga Era internet sekarang ini.

Kebudayaan Barat Yang Lebih Maju?

Buku ini juga menjawab pertanyaan saya mengenai mengapa Dunia Barat sekarang lebih maju dibandingkan dengan Dunia Timur. Karena menurut sejarah Kebudayaan Timur (China, India, Timur Tengah) saat itu sangat lebih maju dari Kebudayaan Barat yang tidak ada apa-apanya.

Kebudayaan barat melakukan eksplorasi dan melakukan penaklukan dunia timur secara bergantian melalui jalur perdagangan yang akhirnya melakukan penjajahan untuk menguasai dan monopoli jalur perdagangan.

Tidak hanya melakukan penguasaan jalur perdagangan, negara barat juga melakukan penguasaan komoditas melalui tanam paksa di daerah sumber komoditas itu berada.

Dengan kekayaan yang diraih dari hasil tersebut dunia barat mampu membangun negaranya masing-masing dan berhasil mengalahkan kebudayaan timur.

Ilmu pengetahuan pun juga menjadi salah satu penentu majunya kebudayaan barat dari kebudayaan timur. Para pemilik uang (bankir) tidak sungkan untuk memberikan modal besar kepada para ilmuwan untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.

Buku ini saya rekomendasikan buat kamu yang haus akan informasi sejarah. Akan tetapi kamu harus mempunyai pikiran yang terbuka ketika membaca buku tebal dan menarik ini. Pada beberapa poin bisa saya katakan jika teorinya masih menuai perdebatan dan provokatif khususnya jika dikaitkan dengan perspektif agama.

Artikel yang saya tulis ini tidak mungkin menulis review buku Sapiens A Brief History Of Human Kind ini secara lengkap. Jika ada kesempatan lagi akan saya sambung artikelnya ya.

Kalau kamu tertarik membaca buku ini tersedia di Gramedia online.

Baca Juga : Review Buku : Easy Copywriting Oleh Dewa Eka Prayoga

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *