Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika, Bedanya Dimana?

perbedaan kopi arabika dan robusta




Sekarang sudah banyak kedai kopi yang menyajikan berbagai menu racikan kopi yang lezat. Jenis Kopi Robusta dan Arabika merupakan jenis kopi yang secara umum dipakai. Terus kamu tahu perbedaan kopi robusta dan arabika ini bagaimana? Karena bagi orang awam kopi ya kopi, diseduh pake air panas bisa di tambah gula atau susu sebelum diminum.

Namun tidak semudah itu untuk pecinta kopi. Untuk coffee lovers dua jenis kopi arabika dan robusta ini menjadi sangat penting, hal ini juga yang menjadi alasan untuk mereka memesan kopi yang ada dimenu.

Setau saya, untuk kopi yang disajikan dengan mencampurnya dengan susu atau Krim maka kopi jenis robusta yang cocok, namun untuk kopi yang diminum tanpa gula, seperti espresso maka jenis kopi Arabika lah yang terbaik. Bagi pecinta kopi, bukan aroma kopi ketika diseduh yang dicari. Namun “after taste” yang dicari. Nah “after taste” ini biasanya didapat dari jenis kopi Arabika.

Kedua jenis kopi ini mempunyai perbedaan yang mendasar, setidaknya ada 5 perbedaan kopi robusta dan arabika yang dikuitp dari banyak sumber dan bisa dibaca dibawah ini supaya kamu tahu kopi arabika dan robusta enak mana.

Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika, Bedanya Dimana?



Kenali Perbedaan Jenis Biji Kopi Robusta dan Arabika

Bentuk Biji Kopi

Perbedaan kopi robusta dan arabika yang pertama ialah dari bentuk biji kopi yang berbeda. Kopi arabika punya bentuk biji sedikit memanjang dan sedikit pipih. Kopi Biji arabika juga ada yang memiliki ukuran agak besar.

Biji kopi robusta bentuknya agak membulat dan terlihat padat. Ukurannya juga lebih kecil dibanding biji kopi arabika. Dari segi tekstur juga kopi robusta lebih kasar jika dibandingkan biji kopi arabika yang halus.

Karena Bentuk dan struktur biji yang sangat berbeda inilah, maka Teknik roasting yang dipakai untuk mengolah biji arabika dan robusta ini juga berbeda.

Tempat Menanam Kopi

Jenis kopi arabika tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian minimal 700-1700 mdpl. Di área ini bisa dibilang merupakan dataran tinggi terbaik yang memiliki suhu sejuk antara 16-20 derajat Celsius.

Peta negara penghasil biji kopi

Bila jenis kopi arabika ini ditanam di dataran kurang dari 700 mdpl maka tanaman ini akan lebih rentan untuk terkena penyakit daun karat atau Hemileia Vastatrix (HV). Dan ini yang mengakibatkan tanaman tidak tumbuh maksimal dan mempunyai hasil biji kopi yang kurang bagus.



Lain dari pada itu, tanaman kopi robusta bisa tumbuh pada daratan rendah di bawah 700 mdpl. Walaupun demikian, biji kopi yang dihasilkan sangat banyak akan tetapi tanaman kopi robusta lebih mudah diserang serangga. Perbedaan lainnya Jenis kopi robusta berbuah pada suhu udara yang lebih hangat.

Rasa dan Aroma Kopi

Rasa dan aroma dari kedua jenis kopi ini juga berbeda, Kopi robusta punya aroma dan rasa yang kuat dan kurang lembut. Awalnya sebelum di roasting, biji kopi robusta memiliki aroma mirip dengan kacang-kacangan. Setelah disangrai aroma aslinya baru keluar.

Beda dengan biji kopi arabika,  Kopi jenis ini memiliki varian aroma juga rasa yang sangat kompleks, biji kopi arabika punya aroma segar seperti buah blueberry sebelum diroasting. Dan ketika sudah disangrai, kopi arabika ini mengeluarkan wangi yang harum.

Aroma dan rasa yang bervarian ini membuat kopi arabika lebih disukai untuk diminum tanpa gula. Yang menjadikannya unik ialah kopi arabika mendapat pengaruh dari tanaman di sekitarnya sebelum dipanen. Jika disekeliling kebun kopi terdapat tanaman rempah atau buah-buahan maka kopi arabika juga akan menghasilkan rasa rempah dan buah-buahan.




Harga Biji Kopi

Kopi arabika biasanya dijual lebih mahal dibandingkan kopi robusta. Karena kopi robusta lebih banyak dihasilkan dibanding kopi Arabika, seperti kita ketahui kopi arabika harus di tanam di ketinggian tertentu dan biji kopi yang dihasilkan lebih sedikit dibanding kopi robusta.

Kadar Kafein Kopi

Jumlah kafein juga menjadi perbedaan arabika dan robusta. Kopi arabika terdapat kandungan kafein di sekitar 0,9-1,4 persen. Jumlah kafein yang rendah ini membuat kopi arabika nyaman di lambung. Untuk kamu yang punya masalah lambung disarankan untuk memilih jenis kopi arabika.

Untuk kopi robusta terdapat kafein yang lumayan cukup tinggi yaitu 1,8-4 persen. Kandungan kafein yang tinggi ini membuat kopi robusta memiliki rasa yang sedikit lebih pahit.

Untuk penikmat kopi robusta biasanya akan ditambahkan susu atau Krim, karena kopi jenis ini memang lebih cocok dinikmati dengan bahan tambahan lainnya.

Karena rasanya yang unik, Kopi arabika juga banyak diburu oleh para penikmat kopi. Tapi kalo kopi arabika terbaik atau kopi robusta terbaik tergantung selera ya. Nah, Kalo kamu lebih suka kopi arabika atau robusta?

Baca Juga : Asli, Kopi Vietnam Bikin Melek!

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *